و النظري ما احتاج للتامل
وعكسه هو الضروري الجلى
Itu penggalan dari kitab manthiq berjudul Sullamul Munawraq. Itu melengkapi buku Thinking Fast and Slow karya Daniel Kahneman, yang merupakan rujukan utama Matematika Detik. Pengetahuan ضروري adalah tentang berpikir cepat, sedang نظري tentang berpikir lambat.
Namun, faktanya psikolog Daniel Kahneman dialah yang memenangkan hadiah Nobel, bukan santri yang bahkan hafal kitab Sullamul Munawraq di luar kepala. Mengapa? Karena Daniel Kahneman merumuskan detail - operasional yang konsisten.
Selama bertahun-tahun saya aktif memperkenalkan isi kitab Sullamul Munawraq di mana-mana, yaitu sewaktu memperkenalkan Matematika Detik. Cara seperti itu memang memudahkan penerimaan.
Kitab kuning memang memiliki aura magis, terasa lebih religius. Tapi sebatas itu. Umat Islam memang tidak terbiasa dengan detail - operasional yang konsisten. Apa yang diyakini berbeda dengan apa yang dieksekusi.
Sejak pertengahan 2025, sosialisasi Matematika Detik tidak menjadi fokus utama saya lagi. ToSM (Test of Second Mathematics), sebagai toolset pertama telah menyebar secara organik. Sebagai contoh, akhir 2025 ini aplikasi ToSM di Google Play diperkirakan sudah mencapai 100.000 unduhan.
Saya mengalihkan fokus ke Matematika Titik, yang antara lain sebagai solusi wabah Aqidah Korslet. Berbeda dengan Matematika Detik yang sekadar suplemen (secondary), Matematika Titik dirumuskan sesuai kurikulum. Perlu penerimaan secara total, sepenuh hati.
Kemarin, bersama tim Sekolah Al Biruni, yang berjarak 3 menit jalan kaki dari rumah, saya memperkenalkan fondasi Matematika Detik. Yaitu thinking fast and slow, ضروري dan نظري. Matematika Detik bertemu Matematika