AL-KHAWARIZMI DI NU ONLINE

Ahmad Thoha Faz | Dipublikasikan pada 3 January 2026 | Kategori: Matematika Titik

NU Online menayangkan sosok al-Khawarizmi
NU Online menayangkan sosok al-Khawarizmi

Tepat satu tahun lalu, Rajab 1446, Januari 2025, diadakan bedah buku Titik Ba di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jember. Sampai saat ini itu perjalanan terjauh, karena saya terbang dari Palembang. Segera setelah memenuhi undangan Ikatan Alumni ITB menginisiasi Gerakan Sumatera Selatan Berantas Gagap Hitung.

Tujuan saya di Jember cuma satu: menyadarkan warga NU, bahwa saat ini kita sedang memasuki era algoritma. Tidak lain algoritma merupakan sebutan tidak fasih, karena orang Eropa tidak paham makhorijul huruf, dari nama sebenarnya “Abu Ja’far Muhammad bin Musa al-Khawarizmi”.

Januari 2025, NU berusia 99 tahun. Tuan rumah diskusi Titik Ba ialah KH Hodri Ariev , sang pengasuh pesantren, yang juga ketua Rabithah Maahid Indonesia (RMI) PBNU. Itulah alasan kuat pentingnya menyadarkan bahwa algoritma adalah al-Khawarizmi, supaya tumbuh percaya diri dan semangat di tengah warga Nahdliyyin untuk menerima matematika sebagai sarana detail-operasional al-Qur’an.

Sepertinya seruan saya tidak begitu disambut. Sempat muncul pesimisme demikian, apalagi pesantren rata-rata memang alergi matematika.

Tiba-tiba muncul video tentang al-Khawarizmi di NU Online. Saya tidak tahu, apakah itu ada kaitannya dengan diskusi Titik Ba di Jember atau tidak. Tapi sungguh saya bahagia. Optimisme kembali menyala.