MANA YANG LEBIH SAKRAL DAN BERTUAH, BULAN RAMADHAN ATAU ORANGTUA?

Redaksi | Dipublikasikan pada 23 February 2026 | Kategori: Ayat-Ayat Cerita

Bapak (KH A Zainuddin Shiddiq) menyambut driver belanja online
Bapak (KH A Zainuddin Shiddiq) menyambut driver belanja online

Sejak awal bulan Ramadhan, yaitu ketika akun Facebook tepat mencatat 10.000 pengikut, saya terus bereksperimen merumuskan Protokol Penelusuran #AyatAyatCerita (AAC). Termasuk akhirnya menemukan permutasi terbaik: Gemini, Microsoft Copilot dan chatGPT.

Itu bukan pekerjaan dadakan. Sejak sebelum wabah Covid-19, yaitu sekitar satu atau dua tahun setelah dipecat dari PNS, saya sudah mulai merumuskan AAC. Begitu rumit, menurut saya, itu hanya mungkin dilakukan oleh PAS (Pegawai Alam Semesta). Perlu totalitas: waktu dan fokus.

Lautan 6.236 ayat itu sangat luas. Apa yang dapat dilakukan dengan lautan al-Qur’an yang luas membentang, dalam membuat siapapun tenggelam?

Hal penting yang harus dilakukan adalah merumuskan apa itu AAC? Apa kriteria AAC? Itu harus jelas lebih dulu sebelum mulai menyelam.

Salah! Kriteria dan klasifikasi AAC justru muncul dengan terus-menerus menyelam. Plan, do, check, act! Siklus itu terus berputar sampai akhirnya, setelah bertahun-tahun bekerja keras, terumuskan sistem klasifikasi 7 (tujuh) warna.

Nah, bagaimana menerapkan sistem klasifikasi AAC tersebut untuk melakukan penelusuran 6.236 ayat al-Qur’an? Tepat di sinilah diperlukan seperangkat protokol yang kokoh, yang mampu merumuskan AAC yang lengkap, stabil dan objektif.

Kemarin, dari pagi sampai tepat jam 00:00 WIB, akhirnya protokol tersebut ditemukan. Ketika diujicoba diterapkan, menggunakan permutasi Gemini - Microsoft Copilot - chatGPT pada beberapa beberapa tempat dalam al-Qur’an, menghasilkan AAC yang lengkap dan stabil. Siapapun dapat menguji protokol tersebut.

Sebenarnya kemarin hampir putus asa, setelah dari pagi sampai berbuka puasa, berulang- ulang gagal. Protokol AAC yang diharapkan tak kunjung tiba. Tiba-tiba terpikir, bukankah orangtua itu sakti?

Di rumah orangtua, berulang-ulang eksperimen dilakukan. Sampai akhirnya, kalimat berikut ini terasa lebih menyentuh dibanding hari-hari biasa: “Nature and nature’s laws lay hid in night. God said: let Newton be, and all was light.”