THE FANTASTIC FOUR DALAM فَانطَلَقَا KHIDHIR - MUSA
Dalam narasi perjalanan epik antara Nabi Musa dan Nabi Khidir yang diabadikan dalam Surat Al-Kahfi, terdapat diksi spesifik yang diulang sebanyak tiga kali, yaitu kata فَانطَلَقَا (Fanthalaqa) yang berarti “maka berjalanlah keduanya”. Kemunculan pertama terjadi pada ayat 71 setelah mereka bersepakat untuk melakukan perjalanan dari tepi pantai. Kemunculan kedua terdapat pada ayat 74 setelah peristiwa perahu, dan kemunculan ketiga pada ayat 77 setelah peristiwa anak muda. Pengulangan ini bukan sekadar jeda naratif, melainkan sebuah instruksi “perpindahan fisik” yang krusial. Secara linguistik, huruf Fa (ف) di depan kata tersebut menunjukkan kesegeraan (at-ta’qib), yang berarti setelah sebuah peristiwa besar atau dialog terjadi, mereka tidak berdiam diri, melainkan langsung bergerak maju untuk melanjutkan perjalanan.