QUO VADIS TADARUS AYAT-AYAT CERITA ?

Redaksi | Dipublikasikan pada 28 March 2026 | Kategori: Ayat-Ayat Cerita

Webinar Nasional Ayat-Ayat Cerita berpusat di Bekasi, Jawa Barat pada 16 Februari - 10 Maret 2024
Webinar Nasional Ayat-Ayat Cerita berpusat di Bekasi, Jawa Barat pada 16 Februari - 10 Maret 2024

Perjalanan Ayat-Ayat Cerita (AAC) dimulai sebelum wabah Covid-19 masuk Indonesia. Lebih tepatnya ketika keluar dari PNS pada 2018 dan beberapa kali saya mengisi kajian di penerbit al-Qur’an Cordoba, Bandung.

Tidak memiliki jamaah di dunia nyata, dengan memanfaatkan “berkah” wabah Covid-19 yang mengurung pergerakan manusia, saya berbagi konten AAC melalui Facebook. Satu tema telah kami selesaikan, yaitu tentang pertemuan dua lautan (مجمع البحرين) Musa dan Khidhir. Bahkan bertepatan dengan peringatan hari lahir NU, 28 Februari 2021, pengajian AAC berlangsung selama 7 jam non-stop, dari 05:00 - 12:00 WIB.

Sebelumnya, masih dalam bulan Februari 2021, kami memperkenalkan Ayat-Ayat Cerita di Kelas “Trensains” Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah, Yogyakarta.

Setahun kemudian, Februari 2022, Ayat-Ayat Cerita “pertemuan dua lautan” menginspirasi perintisan Pesantren Ilmu Eksakta (PI.E), yang merupakan peleburan Sekolah Ilmu Eksakta (SIE) dan Pusat Pengembangan Matematika Detik (PPMD).

Tidak lama kemudian, atas inisiatif pihak orangtua, dirintislah Kamp Santri. Itu nama kegiatan sepanjang libur sekolah yang berfokus pada penguatan matematika dasar yang berlandaskan Ayat-Ayat Cerita dalam Al-Qur’an. Intinya adalah detail - operasional “فاقصص القصص لعلهم يتفكرون” (ceritakanlah cerita-cerita agar mereka berpikir).

Tuntutan perumusan Ayat-Ayat Cerita semakin menguat sepanjang kami bergerak memperkenalkan ToSM Matematika Detik dari sekolah ke sekolah, dari madrasah ke madrasah. Terungkap ketiadaan antusiasme para pendidik muslim dengan ilmu eksakta, khususnya matematika. Sebab, menurut mereka, berbeda dengan tahfizh al-Qur’an, pendidikan ilmu eksakta secara default bukan bagian dari peribadatan dalam agama Islam.

Benarkah? Tidak. Wahyu yang pertama turun kepada Rasulullah adalah perintah melakukan “decoding” (أقرأ). Lebih jauh ke titik awal sejarah umat manusia, kemampuan unik Nabi Adam sehingga layak menjadi khalifatullah fil ardh adalah kemampuan “encoding”. Adakah ilmu yang lebih disiplin dan rigorous melakukan encoding-decoding daripada ilmu eksakta?

Mari kita mulai dengan rujukan bersama al-Qur’an. Selain berikhtiar menghancurkan Aqidah Korslet yang tegas mendakwahkan ajaran anti logika di media sosial, Pesantren Ilmu Eksakta (PI.E) mulai serius merumuskan Matematika Titik dan Ayat-Ayat Cerita (AAC).

Mulai Februari 2024, hubungan antara Ayat-Ayat Cerita (AAC) dengan matematika dan sains menjadi terang melalui serangkaian webinar yang dimotori oleh seorang pendidik lulusan Al-Azhar, yaitu Ustadz Zamzam Muharamsyah Lc MSi. Kegiatan berpusat di Bekasi, Jawa Barat.

Rentang waktu 2022 - 2025 adalah puncak polemik Aqidah Korslet di media sosial. Sangat menguras energi. Intinya, kami berusaha memperkenalkan inti gagasan Titik Ba, yaitu pola pikir “iman berlanjut istiqomah” sebagai jantung sekaligus tulang punggung logika, matematika dan sains. Apakah pola pikir tersebut, yang secara lugas disampaikan oleh Rasulullah, itu layak juga diterapkan dalam urusan aqidah? Itulah titik tengkar polemik Aqidah Korslet.

Di luar polemik Aqidah Korslet, Ayat-Ayat Cerita terus bertumbuh. Bekerja sama dengan Rumah Tahfizh Gemilang Al-Furqon, yang diasuh oleh Ustadz Mufrodi, kami menyelenggarakan kegiatan outing class Tadarus Ayat-Ayat Cerita di Pesantren Ilmu Eksakta (PI.E). Itu melengkapi kegiatan Tadarus AAC secara online, yang diselenggarakan setiap Kamis malam Jumat.

Namun, dengan terpaksa, dua setangkai kegiatan Tadarus AAC itu terpaksa kami liburkan sejak Ramadhan 1447 Hijriyah lalu. Saya sedang berfokus tajam merumuskan Ayat-Ayat Cerita dari 30 juz Al-Quran. Kami berharap Mushaf Al-Qur’an Ayat-Ayat Cerita dapat diterbitkan oleh penerbit alQosbah, Bandung, pada tahun ini. Alangkah memudahkan apabila Tadarus AAC dengan rujukan Mushaf AAC!

Tentu penyelenggaraan AAC adalah dalam rangka penelitian dan pengembangan, yang merupakan core business Pesantren Ilmu Eksakta (PI.E). Kami berharap semua sekolah atau madrasah yang menerapkan ToSM Matematika Detik dapat menemukan sumber inspirasi dan motivasi kegiatan itu. Adakah yang lebih baik daripada Ayat-Ayat Cerita?