Kenekatan seringkali disadari sangat terlambat. Setelah dipecat dari PNS dan sebelum kemunculan wabah Covid-19, gagasan awal Ayat-Ayat Cerita menetas.
Saya mulai dengan diri sendiri, lalu didiskusikan dengan sejumlah pihak termasuk kelas Trensains Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah di Yogyakarta, lalu diselenggarakan serial webinar nasional berpusat di Bekasi yang dimotori oleh tokoh pendidikan lulusan Al Azhar dan Universitas Pertahanan, lalu tadarus online setiap Kamis malam, lalu outing class setiap Rabu pagi bersama sebuah rumah tahfizh di Kota Tegal, …
Menarik. Ada dua sosok kakek dan nenek yang hampir selalu hadir pada setiap tadarus online AAC. Saya sempat berprasangka mereka ialah sosok-sosok orangtua sepuh yang tidak produktif. Ternyata, saya baru tahu ketika diundang ke Kota Cimahi, mereka merupakan sepasang suami-istri yang super sibuk dan super produktif. Mengapa mereka begitu konsisten mengikuti AAC? Ternyata selama belasan tahun beliau merintis beberapa lembaga pendidikan yang berpijak pada filosofi Titik Ba. Itu terungkap dalam buku bestseller yang mereka tulis berjudul SEKOLAH YANG MENYENANGKAN.
AAC telah menemukan peminatnya. Mengapa tidak kunjung selesai? Lebih dari tujuh tahun memulai. Namun, meski berulangkali begadang siang-malam, mengapa Mushaf Ayat-Ayat Cerita tidak kunjung terumuskan?
Dimulai sejak mengisi pelatihan Matematika Detik ke 200 guru SMP pelatih olimpiade matematika dan sains di seluruh Kota Medan, Sumatera Utara, saya mulai mengenal AI jenis LLM, dimulai dari Copilot. Lalu Gemini. Lalu chatGPT. Lalu, atas rekomendasi santri Pesantren Ilmu Eksakta (PI.E) yang seorang doktor kimia, Claude Anthropic.
Tersentak saya, tanpa AI, AAC sebenarnya merupakan proyek yang mustahil. Beruntung terlambat sadar, sehingga AAC terus saya kejar.
Kini Gemini membantu saya merumuskan unit AAC berdasarkan ruku’ dan pemekarannya. Saya lalu mengajukan judul naratif- komprehensif, yang kemudian diperiksa oleh Copilot dan chatGPT. Apa peran Claude Anthropic? Saya minta Claude merumuskan Protokol.
Saat ini saya berfokus menuntaskan data set yang isi terutama judul naratif-komprehensif untuk setiap unit AAC. Sudah saya lakukan sejak awal Ramadhan dan saat ini sudah sampai juz 26. Jika sudah selesai, nanti saya minta sejumlah AI untuk menerapkan protokol berdasarkan data set tersebut, tentu juga berdasarkan dua data set yang telah tersedia secara publik: Al-Qur’an dan Terjemahnya versi resmi Pemerintah Republik Indonesia dan 7-serangkai kitab tafsir.