LEBIH BURUK DARIPADA SEKADAR MUBAZIR, ILMU KALAM MEMBUAT FONDASI KESELURUHAN FISIKA TERBLOKIR
Ilmu Kalām sering kali diagungkan sebagai benteng pertahanan akidah, namun dalam pembacaan ayat kauniyah yang bersifat teknis-operasional, ia justru menjadi penghalang besar bagi kemajuan intelektual. Melalui doktrin jawhar fard (atom materi) dan zamān fard (atom waktu), Kalām membangun sebuah “penjara” logika yang memaksakan alam semesta untuk tunduk pada absolutisme ruang dan waktu yang kaku. Padahal, perintah agama untuk membaca ayat-ayat Allah di alam semesta menuntut kejujuran terhadap realitas fisik. Ketika Kalām bersikukuh pada model atomisme statisnya, ia tidak hanya menjadi mubazir secara fungsional, tetapi secara aktif memblokir akses umat terhadap pemahaman yang lebih dalam mengenai struktur penciptaan yang sesungguhnya.