ALAM SEMESTA SEBAGAI KONSTRUKSI KETIADAAN
Dari Ketiadaan dan Selalu dalam Ketiadaan
Konsep bahwa alam semesta muncul dari “ketiadaan” secara fundamental didukung oleh Hukum Kekekalan Energi. Dalam kosmologi, “ketiadaan” bukanlah kekosongan total, melainkan kekosongan kuantum yang tunduk pada prinsip fisika. Hipotesis Alam Semesta Nol Energi menyatakan bahwa energi total alam semesta adalah nol, di mana energi positif dari semua materi dan radiasi secara tepat diimbangi oleh energi negatif dari potensial gravitasi. Keseimbangan Energi positif + E negatif = 0 ini memungkinkan alam semesta muncul sebagai fluktuasi dari vakum kuantum tanpa memerlukan input energi eksternal, sehingga menjamin konsistensi dengan Hukum Kekekalan Energi. Dengan kata lain, penciptaan alam semesta adalah aksi yang memelihara nol (ketiadaan energi), sejalan dengan prinsip identitas 0=0.