Artikel Kategori: Matematika Titik

LOGIKA DAN MATEMATIKA, FITRAH MANUSIA YANG TERABAIKAN DI PESANTREN (?)

| Oleh: Ahmad Thoha Faz

Ahmad Thoha Faz, menyampaikan sekelumit filosofi Matematika Titik, didampingi Rois Syuriah dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Tegal.
Ahmad Thoha Faz, menyampaikan sekelumit filosofi Matematika Titik, didampingi Rois Syuriah dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Tegal.

“Alhamdulillah si sulung sekarang diterima di Kedokteran UNILA Lampung,” kata Edy asal Brebes, seorang yang usianya tepat sama, hanya beberapa jam lebih tua dibanding dengan usia saya.

Dulu putrinya, si sulung, intens belajar matematika di Pesantren Ilmu Eksakta (PI.E) sewaktu mengisi liburan. Sehari-hari dia belajar di sebuah pesantren terkemuka di Klaten, Jawa Tengah.

BERKAT PAK SBY, AKHIRNYA JADI "PNS" LAGI

| Oleh: Ahmad Thoha Faz

“Pak SBY” dan Ahmad Thoha Faz di Pesantren Ilmu Eksakta (PI.E)
"Pak SBY" dan Ahmad Thoha Faz di Pesantren Ilmu Eksakta (PI.E)

“Insya Allah nanti setiap bulan akan kami transfer, setiap tanggal 26.”

Pesan WhatsApp tertanggal 28 Mei 2025 dari Sekolah Al Biruni itu terdengar merdu. Tidak terduga akhirnya seperti PNS lagi.

Maksud saya “seperti PNS” adalah rutinitas di luar rumah bersama tim profesional. Saya tidak harus datang ke kantor setiap hari, tapi hanya 2 sampai 3 jam setiap Selasa pagi. Jarak kantor pun sangat dekat, hanya sekitar 3 menit jalan kaki.

"AQIDAH" VERSUS FONDASI FISIKA

| Oleh: Ahmad Thoha Faz

Pelatihan rutin #MatematikaTitik kali ini membahas materi kelas 2 SD tentang posisi, bersama Tim Perumusan Matematika Titik Sekolah Al Biruni. Posisi yang dimaksud adalah kiri - kanan, atas - bawah dan depan - belakang.

Posisi! Ini kesempatan bagus untuk meluruskan bagian sesat dalam kitab Ummul Barahin tentang kemustahilan benda mengalami diam sekaligus gerak. Kesesatan sebenarnya hal biasa, tapi menjadi susah diberangus karena ada stempel aqidah sebagai bungkus.

KAIDAH #1 MABADI AWWALIYAH

| Oleh: Ahmad Thoha Faz

Semua anggota tim perumusan Matematika Titik membawa kitab Mabadi Awwaliyah. Bu Rahma, Bu Tika, Bu Ana dan Bu Ririn. Adapun Bu Asri saat ini hanya sebagai koordinator saja.

Apa tujuan pembelajaran bangun datar kali ini, yaitu untuk kelas 2 SD? Mengapa saya mempertanyakan tujuan?

Saya lalu minta mereka menulis, lalu menghapal kaidah pertama, yang tertulis pada halaman 30 kitab Mabadi Awwaliyah:

الامور بمقاصدها

Banyak jawaban disampaikan tentang tujuan materi kali ini. Tapi saya mengingatkan dua hal yaitu:

KITAB MABADI AWWALIYAH, RUJUKAN PERUMUSAN MATEMATIKA TITIK

| Oleh: Ahmad Thoha Faz

Keunggulan dunia pesantren adalah budaya verbal. Keunggulan dunia sekolah umum seharusnya adalah budaya visual. Mari bekerja sama!
Keunggulan dunia pesantren adalah budaya verbal. Keunggulan dunia sekolah umum seharusnya adalah budaya visual. Mari bekerja sama!

“Bukan يصبب الفرع tapi لم يصب الفرع.”

Saya mengoreksi bacaan anggota tim perumusan Matematika Titik. Entah, mungkin sudah ratusan kali menyampaikan kaidah berpikir tersebut, sehingga telinga ini sangat peka.