Artikel Kategori: Matematika Titik

MATEMATIKA TITIK: DARI TITIK BA, THINKING FAST AND SLOW, KE DETAIL-OPERASIONAL

| Oleh: Ahmad Thoha Faz

Matematika Titik tumbuh sebagai detail-operasional Titik Ba
Matematika Titik tumbuh sebagai detail-operasional Titik Ba

Ada satu pertanyaan yang pernah membuat Georg Cantor, salah satu matematikawan terbesar abad ke-19, terdiam lama sebelum akhirnya menulis surat kepada sahabatnya Richard Dedekind pada 29 Juni 1877. Pertanyaan itu bukan soal teorema yang gagal. Justru sebaliknya: ia menemukan sesuatu yang berhasil — dan itu yang membuatnya tidak percaya.

"STRAIGHT A" FROM UNIVERSITY OF KENTUCKY, USA

| Oleh: Redaksi

Dialog tentang Matematika Detik dan Matematika Titik di WA Group Alumni Teknik Industri ITB Angkatan 99
Dialog tentang Matematika Detik dan Matematika Titik di WA Group Alumni Teknik Industri ITB Angkatan 99

Kemarin ada kabar gembira dari sosok santri Pesantren Ilmu Eksakta (PI.E), yaitu mahasiswa Mechanical Engineering, University of Kentucky. Namanya Mas Qil. Semester musim semi ini GPA 4.0 alias “straight A”, dan GPA kumulatif 3.9. Guru mana yang tidak bangga?

RUKUN IMAN KE-1 MATEMATIKA: KETIADAAN

| Oleh: Redaksi

(PENGANTAR “MATEMATIKA TITIK”)

I. Sebuah Keimanan yang Susah Diterima

Ada sebuah aksioma dalam matematika yang, jika kita renungkan dengan jujur, terasa lebih misterius dari banyak pernyataan teologi. Ia tidak berbicara tentang bintang, tentang atom, atau tentang struktur ruang-waktu yang melengkung. Ia berbicara tentang sesuatu yang jauh lebih dekat sekaligus jauh lebih sulit ditangkap:Ketiadaan itu ada.

Pernyataan ini bukan metafora. Ia bukan puisi. Ia adalah fondasi formal dari seluruh matematika modern — sebuah aksioma yang ditetapkan, dipilih, dan dari sana seluruh bangunan aritmetika, aljabar, kalkulus, dan komputasi dibangun. Tanpa keimanan pada keberadaan ketiadaan, matematika tidak bisa dimulai. Sama sekali.

CERITA SEBELUM MATEMATIKA: KASUS EIGEN VECTOR

| Oleh: Redaksi

Eigen value konsistensi arah di tengah transformasi.
Eigen value konsistensi arah di tengah transformasi.

Eigen Vector: Menemukan Input yang Tak Berubah Arah

Dalam banyak sistem, perubahan adalah keniscayaan. Setiap masukan yang melewati suatu mekanisme akan mengalami modifikasi: arah bergeser, bentuk berubah, atau laju disesuaikan. Namun, di balik kerumitan itu, selalu ada fenomena unik—sebuah arah yang tidak dibelokkan. Inilah yang dalam matematika disebut eigen vector.

MATRIKS DAN GENERALISASI DOT PRODUCT MENUJU MEKANIKA KUANTUM DAN TEORI RELATIVITAS

| Oleh: Redaksi

Matematika Titik: “Dot Product”
Matematika Titik: "Dot Product"

Segala sesuatu bermula dari gagasan yang tampak sederhana: cara mengukur “kedekatan” atau “keselarasan” dua arah. Di ruang biasa yang kita kenal, gagasan itu hadir sebagai dot product—alat untuk mengatakan apakah dua arah sejalan, tegak lurus, atau berlawanan. Dari sinilah panjang, sudut, dan proyeksi menjadi bermakna. Namun, kesederhanaan ini ternyata menyimpan potensi luar biasa: ia bisa digeneralisasi, diperluas, dan pada akhirnya menjadi fondasi bagi dua teori terbesar dalam fisika modern.

AL-KHAWARIZMI DI NU ONLINE

| Oleh: Ahmad Thoha Faz

NU Online menayangkan sosok al-Khawarizmi
NU Online menayangkan sosok al-Khawarizmi

Tepat satu tahun lalu, Rajab 1446, Januari 2025, diadakan bedah buku Titik Ba di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jember. Sampai saat ini itu perjalanan terjauh, karena saya terbang dari Palembang. Segera setelah memenuhi undangan Ikatan Alumni ITB menginisiasi Gerakan Sumatera Selatan Berantas Gagap Hitung.

Tujuan saya di Jember cuma satu: menyadarkan warga NU, bahwa saat ini kita sedang memasuki era algoritma. Tidak lain algoritma merupakan sebutan tidak fasih, karena orang Eropa tidak paham makhorijul huruf, dari nama sebenarnya “Abu Ja’far Muhammad bin Musa al-Khawarizmi”.

"I SEE IT, BUT I DON'T BELIEVE IT": LOMPATAN KOGNITIF DARI GEOMETRI EUCLID KE ALJABAR LINEAR

| Oleh: Ahmad Thoha Faz

sangat menakutkan bagi sebagian besar siswa SMA, mengapa?
sangat menakutkan bagi sebagian besar siswa SMA, mengapa?

Dunia geometri Euclid yang kita pelajari sejak sekolah dasar adalah dunia visual yang intuitif, di mana sebuah garis atau bangun ruang terikat erat pada lokasinya. Dalam kacamata ini, rusuk AB dan DC pada sebuah jajaran genjang dipandang sebagai dua entitas yang berbeda karena mereka menempati koordinat posisi yang berbeda di ruang. Kita bisa melihatnya secara fisik sebagai dua “benda” yang terpisah; jika kita menghapus satu, yang lain tetap ada. Inilah tahap “I See It”—kita mempercayai mata kita bahwa lokasi menentukan identitas sebuah objek geometri.

FISIKA SMA MEMBONGKAR KESESATAN ATOMISME / ABSOLUTISME GERAK DALAM KITAB AQIDAH "UMMUL BARAHIN"

| Oleh: Ahmad Thoha Faz

Cikal-bakal kesesatan konsep جوهر فرد yang kemudian dihancurkan oleh Isaac Newton dengan kalkulus.
Cikal-bakal kesesatan konsep جوهر فرد yang kemudian dihancurkan oleh Isaac Newton dengan kalkulus.

Kitab Ummul Barahin karya Imam al-Sanusi telah lama menjadi fondasi akidah Asy’ariyah yang membentuk pola pikir umat Islam, bahkan sejak era penjelajahan samudra Columbus. Dalam salah satu premis logisnya, kitab ini menegaskan kemustahilan berkumpulnya dua hal yang berlawanan, yaitu “diam” dan “gerak” pada satu objek di waktu yang sama. Pandangan ini berakar pada atomisme (جوهر فرد), sebuah logika ruang-waktu diskret yang menganggap realitas tersusun dari kepingan-kepingan beku. Akibatnya, gerak dianggap sebagai deretan posisi statis yang terputus-putus. Pola pikir ini, meski dimaksudkan untuk menjaga kemutlakan kuasa Tuhan dalam setiap momen penciptaan, secara tidak sengaja memerangkap nalar umat dalam absolutisme gerak yang kaku, menjadikannya resisten terhadap perkembangan sains modern yang justru berdiri di atas kontinuitas dan relativitas.

DARI FILOSOFIS HINGGA PRAKTIS

| Oleh: Ahmad Thoha Faz

Itu pertanyaan dari alumni Teknik Informatika ITB, yang datang ke Pesantren Ilmu Eksakta (PI.E) dan menyatakan berminat turut mengembangkan Matematika Detik. Saya katakan kepada sang “manusia kalkulator” tersebut lebih baik ke Matematika Titik. Cakupannya lebih luas.

Filosofi Matematika Titik adalah bahwa matematika adalah tentang penamaan titik. Nah, detail - operasional yang konsisten bagaimana dalam praktek kelas menit demi menit, dari kelas 1 SD dan seterusnya?

Berbeda dengan sewaktu merumuskan Matematika Detik yang dibantu banyak sukarelawan, sekarang dalam perumusan Matematika Titik saya dibantu oleh tim profesional. Mereka juga semua praktisi, yaitu dari Sekolah Al Biruni, sehingga satu pertanyaan yang ada di pikiran mereka adalah bagaimana Matematika Titik benar-benar memudahkan mereka sekaligus mengokohkan nalar anak-anak melalui proses berpikir dengan matematika?

GÖDEL MEMANDANG GOLDBACH: KEBENARAN DAN KETERBUKTIAN

| Oleh: Ahmad Thoha Faz

​Di satu sudut, kita memiliki Konjektur Goldbach: sebuah pernyataan yang sangat sederhana dari tahun 1742 yang dapat dipahami oleh seorang siswa sekolah menengah, namun belum terpecahkan selama berabad-abad. Di sudut lain, kita memiliki Teorema Ketidaklengkapan Gödel: salah satu pencapaian intelektual terdalam abad ke-20, yang membuktikan bahwa ada batas fundamental pada apa yang dapat dibuktikan oleh matematika.

​Ketika dua raksasa ini bertemu, mereka menciptakan pertanyaan filosofis yang menakjubkan: Bagaimana jika Konjektur Goldbach itu benar, tetapi kita tidak akan pernah bisa membuktikannya?