THEIS VERSUS ATHEIS: BUKAN PEMBUKTIAN, MELAINKAN AKSIOMATISASI
Perdebatan abadi antara teisme (keyakinan akan Tuhan/Tujuan) dan ateisme (ketiadaan Tuhan/Tujuan) sering terjebak dalam perangkap yang salah: mencari pembuktian (proof). Teis menuntut ateis membuktikan bahwa Tuhan tidak ada; ateis menuntut teis membuktikan keberadaan Tuhan.
Kenyataannya, konflik ini bukanlah tentang hasil pembuktian (teorema), melainkan tentang aksiomatisasi—yakni, penetapan premis dasar atau fondasi yang diterima tanpa bukti, yang kemudian membentuk seluruh kerangka penalaran.
Inti permasalahan terletak pada pilihan aksioma ontologis (prinsip-prinsip tentang keberadaan) yang digunakan oleh kedua belah pihak untuk memulai dan menyusun pandangan mereka tentang realitas.