QS. 30:20–25 — ENAM AYAT YANG DIINGKARI AQIDAH KORSLET
Wabah overthinking—yaitu kekhawatiran dan analisis berlebihan yang melumpuhkan—melanda umat Islam karena gagal memahami kaidah fondasi keimanan yang telah ditetapkan oleh al-Qur’an:
> إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُوا۟ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسْتَقَـٰمُوا۟ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
(QS. Al-Aḥqāf: 13)
Ayat ini menyajikan formula metodologis dua langkah:
-
Aksiomatisasi iman: قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ
-
Pembuktian konsistensi: ثُمَّ ٱسْتَقَـٰمُوا۟
Imbalannya adalah kebebasan dari kekhawatiran (خَوْف) dan kesedihan (يَحْزَنُونَ). Aqidah Korslet—yaitu tuntutan untuk membuktikan Aksioma Tuhan—adalah penyakit metodologis yang secara fundamental melanggar formula ini, terutama dengan mengingkari fungsi آيات dalam QS. 30:20–25.